Mahasiswa Cap Darah Tolak Kenaikan BBM

Padang-Rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM terus menuai protes dari berbagai elemen masyarakat. Kemarin, ratusan mahasiswa IAIN Imam Bonjol menunjukkan aksi protes mereka dengan menggalang cap darah dan tandatangan pada sebuah spanduk putih sepanjang 20 meter di halaman Kampus IAIN Imam Bonjol, Lubuklintah Padang. Aksi yang digalang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah IAIN Imam Bonjol ini bertujuan untuk menghimpun kekuatan dan apresiasi dari mahasiswa. Selain itu, mahasiswa yang telah memberikan cap darah dan tandatangan ini akan mengikuti aksi
demo besar-besaran pada 21 Mei di DPRD Sumbar. “Kenaikan BBM akan membuat masyarakat semakin menderita. Karena kenaikan BBM akan dibarengi dengan kenaikan seluruh kebutuhan pokok. Yang menderita adalah masyarakat,” kata Koordinator Aksi, Syawal Hendra. Pada kesempatan itu, dibagikan selebaran yang berisi seruan untuk menolak kenaikan BBM. Dalam selebaran tersebut disebutkan rencana pemerintah untuk menaikkan BBM tidak lagi sesuai dengan UUD 1945. Karena sumber daya alam harusnya digunakan untuk mensejahterakan rakyat bukan malah menyengsarakan rakyat.
Syawal mengimbau kepada seluruh mahasiswa IAIN untuk ikut dalam aksi besar-besaran pada 21 Mei. “Bersama seluruh lapisan masyarakat kita akan berbaur dan menyuarakan penolakan kenaikan BBM tersebut,” imbanya. Ternyata aksi ini mendapat apresiasi yang cukup besar dari kalangan mahasiswa IAIN. Tidak sedikit dari mereka yang rela melukai jempol mereka dan melakukan cap darah.(padeks)
-
Terkini
-
Taut
-
Arsip
- Mei 2008 (8)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS